Dua Negara, Dua Pendekatan: Ekonomi Indonesia dan Korea Selatan

Dalam kurun waktu 50 tahun, Indonesia dan Korea Selatan telah menempuh jalur yang berbeda dalam pembangunan ekonomi mereka. Meski meraih kemerdekaan dalam waktu yang hampir bersamaan, kedua negara ini memilih strategi yang berbeda untuk pertumbuhan ekonomi.

Korea Selatan berhasil mencapai status negara maju melalui insentif yang berfokus pada ekspor dan inovasi. Sementara itu, Indonesia masih berjuang dengan praktik rente yang menurunkan daya saing industrinya. Laksamana Sukardi, yang pernah menjadi Menteri BUMN, menggambarkan perbedaan jalur yang ditempuh oleh kedua negara selama setengah abad pembangunan ekonomi.

Pada era 1970-an, di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto dan Jenderal Park Chung Hee, Indonesia dan Korea Selatan memulai dengan strategi yang serupa. Namun, dengan perbedaan dalam kebijakan dan syarat, hasil yang dicapai kedua negara sangat berbeda setelah lima dekade lebih. “Pertanyaan yang harus kita jawab Bersama, apa yang akan kita wariskan kepada generasi baru Indonesia 50 tahun yang akan datang?” tutupnya.

  • Related Posts

    Iran jadikan aset ekonomi AS sebagai target serangan

    Iran telah memasukkan aset ekonomi Amerika Serikat ke dalam “daftar target” serangan, menurut laporan Fars News Agency, Minggu (8/3). Mengutip seorang pejabat Iran yang berbicara secara anonim, kantor berita itu…

    Desakan Iran kepada D-8 untuk Mengutuk Serangan AS dan Israel

    Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mendesak agar D-8 mengambil sikap tegas dalam mengutuk serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Dubes Boroujerdi menekankan pentingnya…